- Menteri PDT, Ir.H.Helmy Faishal Zaini Buka Bersama Dengan Kader PKB Cimahi
- SMK Taruna Ganesha Kunjungi Panti Asuhan
- Yususf Bahtiar Hadiri Peresmian SSB Putra Sela Awi Garut
- Disdik Garut Serahkan Surat Ijin SSB Putra Sela Awi Ke Yayasan Sekeseler Arjasari Bandung
- Stock Beras Perum Bulog Jabar 9 Bulan Kedepan Aman
- SSB Sela Awi Garut Harapkan Kedatangan Ketua PSSI Kabupaten Garut
- PT Jamsostek Her Registrasi Data Tenaga Kerja
- Outlet Terbaru Daihatsu Hadir Di Kawasan Bandung Selatan
- Pasar Tradisionil Hegarmanah Sumedang Diduga Bermasalah
- Purwacaraka Bantu SDN Rancabolang Alat Musik
- GIBAS Demo Damai Ke BPN Kota Bandung
- Ketua Umum IVOBA Kota Bandung Drs.H.Wawan Dewanta.M.Pd Tutup Banjasari Cup V 2010
- SDN Dampit Juara I Banjarsari Cup Volly Ball Mini Ke V 2010
- Keluarga Besar Disdik Bandung Bangun Masjid Dengan Biaya Non Anggaran Pemerintah
- Kota Bekasi Komitmen Sebagai Kota Pengamalan Pancasila
Jerman Bantu Menata Pangandaran
Bandung, PI.- Pemerintah Jerman melalui United Nation World Tourism Organization (UNWTO), membantu menata sejumlah objek wisata di di Kab. Ciamis . Selain memiliki potensi wisata, kawasan Pangandaran sebagai salah satu objek tujuan wisata, juga memiliki potensi seni budaya dan kekayaan alam hayati.
“Kita sangat beruntung mendapat bantuan dari pemerintah Jerman untuk menata kawasan wisata Pangandaran. Karena hanya Indonesia (Jawa Barat) dan Thailand yang dijadikan pilot projek untuk program UNWTO ini,” ujar Sekjen Departemen Kebudayaan dan Parwisata (Depbudpar RI) Drs. Wardiyatmo, M.Si.
Program yang dilaksanakan sendiri menurut Wardiyatmo, sebenarnya sudah dilaksanakan sejak tahun 2006 dan merupakan tindaklanjut dari program recovery pasca stunami. Dipilihnya Pangandaran dan sejumlah objek wisata lain, dengan pertimbangan memiliki objek wisata alam yang banyak dikunjungi wisatawan, juga memiliki kekayaan seni budaya serta kekayaan hayati.
Saat ini menurut Wardiyatmo, upaya sosialisasi dan meraih dukungan masyarakat terus dilakukan melalui berbagai upaya pendekatan. Upaya yang dilakukan baru membuahkan hasil memasuki tahun ke dua dengan dibentuknya Tourism Developmen on Supporting Biodiversity yang melibatkan masyarakat sekitar.
Kegiatan yang mengadopsi pedoman konvensi keanekaragaman hayati yang diterbitkan United Nation for Environmental Program (UNEP). “Melalui pedoman ini kami mengaharapkan masyarakat menyadari bahwa modal dari pariwisata adalah menjaga lingkungan sekitar, karena dengan lingkungan yang rusak wisatawan jangan harap akan mau berkunjung,” ujar Wardiyatmo. (***/ )
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
Terpopuler
- LPMP Jabar Diduga Sarang Koruptor
- Dinkes Garut Diduga Rugikan Negara 2,7 Miliar
- Tahun Ajaran 2010/2011 SMK N 6 Bandung Siap Tampung 656 Siswa Baru
- Gerakan Massa Dukung KPK Berpotensi Gulingkan Presiden
- Jaksa Agung Akui Ada "Markus" di Kantornya
- Tim Delapan Pegang Fakta Baru
- TUNTUTAN JAKSA DI PARTANYAKAN
- Kabag Humas PDAM Sumedang CaloTenaga Kerja
- SDN Dampit Juara I Banjarsari Cup Volly Ball Mini Ke V 2010
- PGRI Cileunyi Peringati Hari Jadi Guru Ke -64/2009