- Menteri PDT, Ir.H.Helmy Faishal Zaini Buka Bersama Dengan Kader PKB Cimahi
- SMK Taruna Ganesha Kunjungi Panti Asuhan
- Yususf Bahtiar Hadiri Peresmian SSB Putra Sela Awi Garut
- Disdik Garut Serahkan Surat Ijin SSB Putra Sela Awi Ke Yayasan Sekeseler Arjasari Bandung
- Stock Beras Perum Bulog Jabar 9 Bulan Kedepan Aman
- SSB Sela Awi Garut Harapkan Kedatangan Ketua PSSI Kabupaten Garut
- PT Jamsostek Her Registrasi Data Tenaga Kerja
- Outlet Terbaru Daihatsu Hadir Di Kawasan Bandung Selatan
- Pasar Tradisionil Hegarmanah Sumedang Diduga Bermasalah
- Purwacaraka Bantu SDN Rancabolang Alat Musik
- GIBAS Demo Damai Ke BPN Kota Bandung
- Ketua Umum IVOBA Kota Bandung Drs.H.Wawan Dewanta.M.Pd Tutup Banjasari Cup V 2010
- SDN Dampit Juara I Banjarsari Cup Volly Ball Mini Ke V 2010
- Keluarga Besar Disdik Bandung Bangun Masjid Dengan Biaya Non Anggaran Pemerintah
- Kota Bekasi Komitmen Sebagai Kota Pengamalan Pancasila
Bayar Utang, APBDP Kota Bandung Defisit
Bandung,PI - Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2009 Kota Bandung diprediksi alami defisit sebesar Rp 15 miliar. Penyumbang defisit terbesar adalah kewajiban Pemkot Bandung yang harus membayar utang PDAM sebesar Rp 44 miliar serta hibah untuk PD Kebersihan Rp 12 miliar.
Tak hanya itu, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) juga tak sesuai yang ditargetkan sebesar Rp 374 miliar, sementara baru diperoleh Rp 353 miliar. Hal itu disampaikan Sekretaris Panitia Anggaran DPRD Kota Bandung Teddy Rusmawan saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Aceh, Senin (26/10/2009).
“Pembayaran utang PDAM sudah diatur dalam Perda penyertaan modal yang dikeluarkan pada 2009. Jadi mesti dibayarkan tahun ini juga. Sementara untuk PD Kebersihan itu untuk kegiatan operasional,” jelasnya.
Hal itu juga ditunjang oleh belum tercapainya target PAD tahun ini. “PAD tahun ini ditargetkan Rp 374 miliar, namun hingga tadi malam realisasinya baru Rp 353 miliar,” katanya.
Tak terkejarnya target PAD itu, ungkap dia, karena pendapatan dari pajak daerah baru Rp 240 miliar dari Rp 263 miliar yang ditargetkan. “Restribusi saja baru tercapai Rp 80 miliar dari Rp 84 miliar yang ditargetkan,” tambahnya.
Karenanya, kata dia, perlu dilakukan efisiensi anggaran di beberapa SKPD. Namun, Teddy mengaku belum mengetahui pos mana saja yang akan dipangkas. “Yang pasti untuk alokasi anggaran Bawaku Makmur bertambah Rp 5 miliar,” jelasnya.
Agenda pengesahan APBD perubahan yang harusnya dilakukan hari ini, menurut Teddy batal. Pengesahan akan diundur hingga pembahasan anggaran selesai.
“Pembahasan molor karena tim anggaran pendapatan daerah atau TAPD yang diketuai Edi Siswadi absen pada pembahasan beberapa waktu lalu, karena ikut walikota ke Garut untuk berikan bantuan bencana,” ujarnya.
“Banyak sekali yang harus dituntaskan, dan ketua TAPD baru datang tadi malam. Hari ini rencananya kita akan gelar Bamus (badan musyawarah) untuk bahas masalah ini,” jelas Teddy.(**/ Ern)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
Terpopuler
- LPMP Jabar Diduga Sarang Koruptor
- Dinkes Garut Diduga Rugikan Negara 2,7 Miliar
- Tahun Ajaran 2010/2011 SMK N 6 Bandung Siap Tampung 656 Siswa Baru
- Gerakan Massa Dukung KPK Berpotensi Gulingkan Presiden
- Jaksa Agung Akui Ada "Markus" di Kantornya
- Tim Delapan Pegang Fakta Baru
- TUNTUTAN JAKSA DI PARTANYAKAN
- Kabag Humas PDAM Sumedang CaloTenaga Kerja
- SDN Dampit Juara I Banjarsari Cup Volly Ball Mini Ke V 2010
- PGRI Cileunyi Peringati Hari Jadi Guru Ke -64/2009