- Menteri PDT, Ir.H.Helmy Faishal Zaini Buka Bersama Dengan Kader PKB Cimahi
- SMK Taruna Ganesha Kunjungi Panti Asuhan
- Yususf Bahtiar Hadiri Peresmian SSB Putra Sela Awi Garut
- Disdik Garut Serahkan Surat Ijin SSB Putra Sela Awi Ke Yayasan Sekeseler Arjasari Bandung
- Stock Beras Perum Bulog Jabar 9 Bulan Kedepan Aman
- SSB Sela Awi Garut Harapkan Kedatangan Ketua PSSI Kabupaten Garut
- PT Jamsostek Her Registrasi Data Tenaga Kerja
- Outlet Terbaru Daihatsu Hadir Di Kawasan Bandung Selatan
- Pasar Tradisionil Hegarmanah Sumedang Diduga Bermasalah
- Purwacaraka Bantu SDN Rancabolang Alat Musik
- GIBAS Demo Damai Ke BPN Kota Bandung
- Ketua Umum IVOBA Kota Bandung Drs.H.Wawan Dewanta.M.Pd Tutup Banjasari Cup V 2010
- SDN Dampit Juara I Banjarsari Cup Volly Ball Mini Ke V 2010
- Keluarga Besar Disdik Bandung Bangun Masjid Dengan Biaya Non Anggaran Pemerintah
- Kota Bekasi Komitmen Sebagai Kota Pengamalan Pancasila
Pendidikan
RSBI Dikhawatirkan Persempit Akses Pendidikan
RSBI Dikhawatirkan Persempit Akses Pendidikan
Bandung, PI - Pemerintah pusat hingga saat ini belum membatasi jumlah rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) untuk setiap kabupaten/kota sehingga setiap tahunnya jumlah RSBI bertambah. Hal tersebut dikhawatirkan mempersempit akses pendidikan untuk kalangan tidak mampu. Pasalnya, meskipun disediakan kuota sepuluh persen bagi siswa tidak mampu, RSBI mensyaratkan siswa tersebut berprestasi akademik.
Kuota sepuluh persen bagi siswa miskin, menurut Dan, merupakan bentuk logika terbalik oleh pemerintah. Saat ini Indonesia, masih didominasi anak-anak tidak mampu dan tidak berprestasi sehingga seharusnya pemerintah memberikan kuota lebih besar untuk mereka.
”Acuan pendidikan nasional itu pertama, pemerataan pendidikan bagi semua kalangan melalui sekolah berstandar pelayanan minimal (SPM). Jika sudah SPM, lalu SSN (sekolah standar nasional), akhirnya SBI. Di Indonesia masih banyak yang belum SPM sehingga RSBI itu belum saatnya,” ujarnya.
Menurut Dan, pemerintah sebaiknya mengembalikan filosofi pendidikan. ”Pendidikan terutama dasar dan menengah itu adalah mengubah yang bodoh menjadi pintar. Tapi konsep RSBI maunya mengambil yang pintar menjadi pintar,” katanya.
Sementara itu, Ketua Masyarakat Peduli Pendidikan Indonesia, Eko Purwono mengatakan, sebaiknya pemerintah memperbaiki terlebih dahulu konsep pendidikan Indonesia. ”Konsep RSBI pun sebenarnya belum jelas. RSBI tidak menjamin mutu pendidikan menjadi internasional,” ujarnya.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar), tahun ini di Jabar ada sembilan sekolah menengah atas negeri (SMAN), tujuh sekolah menengah kejuruan (SMK), dan sembilan sekolah menengah pertama (SMP) yang siap menjadi RSBI. Sementara lima sekolah dasar (SD) tahun ini telah menjadi RSBI baru. (***/M)
| Comments |
|
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Sebelumnya |
|---|
Terpopuler
- LPMP Jabar Diduga Sarang Koruptor
- Dinkes Garut Diduga Rugikan Negara 2,7 Miliar
- Tahun Ajaran 2010/2011 SMK N 6 Bandung Siap Tampung 656 Siswa Baru
- Gerakan Massa Dukung KPK Berpotensi Gulingkan Presiden
- Jaksa Agung Akui Ada "Markus" di Kantornya
- Tim Delapan Pegang Fakta Baru
- TUNTUTAN JAKSA DI PARTANYAKAN
- Kabag Humas PDAM Sumedang CaloTenaga Kerja
- SDN Dampit Juara I Banjarsari Cup Volly Ball Mini Ke V 2010
- PGRI Cileunyi Peringati Hari Jadi Guru Ke -64/2009
Total Tamu
Jumlah Kunjungan Konten : 56158
Terdapat 16 Tamu online