- Menteri PDT, Ir.H.Helmy Faishal Zaini Buka Bersama Dengan Kader PKB Cimahi
- SMK Taruna Ganesha Kunjungi Panti Asuhan
- Yususf Bahtiar Hadiri Peresmian SSB Putra Sela Awi Garut
- Disdik Garut Serahkan Surat Ijin SSB Putra Sela Awi Ke Yayasan Sekeseler Arjasari Bandung
- Stock Beras Perum Bulog Jabar 9 Bulan Kedepan Aman
- SSB Sela Awi Garut Harapkan Kedatangan Ketua PSSI Kabupaten Garut
- PT Jamsostek Her Registrasi Data Tenaga Kerja
- Outlet Terbaru Daihatsu Hadir Di Kawasan Bandung Selatan
- Pasar Tradisionil Hegarmanah Sumedang Diduga Bermasalah
- Purwacaraka Bantu SDN Rancabolang Alat Musik
- GIBAS Demo Damai Ke BPN Kota Bandung
- Ketua Umum IVOBA Kota Bandung Drs.H.Wawan Dewanta.M.Pd Tutup Banjasari Cup V 2010
- SDN Dampit Juara I Banjarsari Cup Volly Ball Mini Ke V 2010
- Keluarga Besar Disdik Bandung Bangun Masjid Dengan Biaya Non Anggaran Pemerintah
- Kota Bekasi Komitmen Sebagai Kota Pengamalan Pancasila
Yusup Wahyudin SPd. MMPd “Kinerja Guru Belum Sepenuhnya Ditopang Kompetensi Memadai”
Bandung Kulon, Pelindo / HUWA : “WLS (Workshop Lesson Study) yang berlangsung di SDN Bojong Kecamatan Bandung Kulon ini, merupakan rangkaian kegiatan Program Gugus 46 Kota Bandung dalam rangka meningkatkan profesionalisme Guru. Hal tersebut perlu dilaksanakan dikarenakan adanya kompetisi pendidik yang menjadi pilar penting dalam menopang pencapaian mutu pendidikan secara menyeluruh. Kompetisi juga merupakan seperangkat kemampuan yang harus dimiliki guru searah dengan kebutuhan pendidikan di sekolah, tuntutan masyarakat, dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi” Demikian Yusup Wahyudin SPd. MMPd dalam mengawali sambutannya pada pembukaan WLS di SDN Bojong Kecamatan Bandung Kulon,baru-baru ini.
Dikatakannya, bahwa Salah satu problem pendidikan saat ini adalah Guru belum mampu menunjukan kinerja yang memadai, hal ini membuktikan bahwa kinerja guru belum sepenuhnya ditopang oleh derajat penguasaan kompetensi yang memadai. Oleh karena itu, perlu adanya upaya komprehensif guna meningkatkan kompetensi Guru.
Lebih jauh Yusup Wahyudin MMPd yang juga pengurus Kwarcab Pramuka Kota Bandung mengemukakan, bahwa lahirnya Undang Undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005 tentang Standard Nasional Pendidikan pada dasarnya merupakan kebijakan Pemerintah yang didalamnya memuat usaha Pemerintah untuk menata serta memperbaiki mutu Guru Indonesia.
Dalam kaitan tersebut, Yusup Wahyudin SPd. MMPd juga menyebutkan, bahwa kompetisi pada dasarnya merupakan gambaran tentang apa yang seyogianya dapat dilakukan (Be Able To Do) seseorang dalam suatu pekerjaan, berupa kegiatan, perilaku dan hasil seyogianya dapat di tampilkan atau ditunjukan.
“Agar dapat melakukan (Be Able To Do) sesuatu dalam pekerjaan , tentu saja seseorang harus memiliki suatu kemampuan (Ability) dalam bentuk pengetahuan (Knowledge), sikap (Attitude), dan keterampilan (Skill) yang sesuai dengan bidang pekerjaannya. Dengan kata lain, kompetensi dapat dimaknai sebagai gambaran tentang apa yang seyogyanya dapat dilakukan seorang Guru dalam melaksanakan pekerjaannya, baik berupa kegiatan, berperilaku maupun hasil yang dapat ditunjukkan. Adapun, sejalan dengan tantangan kehidupan global, peran dan tanggung jawab
“Guru pada masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga menuntut Guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian penguasaan kompetensinya. Guru harus lebih dinamis dan kreatip dalam mengembangkan proses belajar siswa” Paparnya
Melengkapi sambutanya, Yusup Wahyudi MMPd yang dikenal sebagai Kepala Sekolah bersifat Familier ini menyebutkan, bahwa program Gugus 46 Kota Bandung yang senantiasa peduli terhadap permasalahan pendidikan maka melaksanakan program yang berorientasi pada peningkatan wawasan dan semangat Pendidik (Guru dan Dosen) dalam menapaki dan mengembangkan berbagai kompetensi keguruan yang harus dimilikinya, sehingga diharapkan mereka akan mampu menghadapi segala tantangan kehidupan global dalam dunia Pendidikan.
“Melalui Model Workshop Lesson Study dengan pendekatan PAKEM kita tingkatkan Profesionalisme Guru” Tegasnya.
Sementara itu, seorang panitia WLS yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, bahwa tujuan kegiatan diantaranya adalah menjadi media transformasi informasi dunia pendidikan.; Sebagai sarana silaturahmi antar praktisi pendidikan; meningkatkan kompetensi tenaga pendidikan (Upaya Peningkatan Profesional Guru); Menumbuhkan, menelusuri, memaknai, dan memahami arti pentingnya profesionalisme tenaga pendidik dalam kaitannya dengan kualitas anak didik sebagai out put suatu lembaga pendidikan; dan memahami arti penting tentang Undang-undang No. 14 Tahun 2005.
Adapun, peserta kegiatan WLS berjumlah 120 orang terdiri dari Kepala Sekolah dan Guru. Sedangkan sebagai Nara Sumber antara lain : Drs H Oji Mahroji; Drs. H. Ende Mutaqin; Drs H. Tatang Sunendar. Msi; Drs, Komar Baenudin; Drs. Kandar Dharsono; R. Hj Tuti Setianingsih. SPd. Msi; Dewi Halimah SPd; Ahmad Syamsudin; Dra Yetti; Dadah Haedah SPd; Drs Dede Somantri; Drs. H Subawan; Hj.Sumarni S,SPd; Drs. Suryadi WS; dan Yusuf Wahyudin SPd MMPd. (Jaya Mekar : HUWA)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Terpopuler
- LPMP Jabar Diduga Sarang Koruptor
- Dinkes Garut Diduga Rugikan Negara 2,7 Miliar
- Tahun Ajaran 2010/2011 SMK N 6 Bandung Siap Tampung 656 Siswa Baru
- Gerakan Massa Dukung KPK Berpotensi Gulingkan Presiden
- Jaksa Agung Akui Ada "Markus" di Kantornya
- Tim Delapan Pegang Fakta Baru
- TUNTUTAN JAKSA DI PARTANYAKAN
- Kabag Humas PDAM Sumedang CaloTenaga Kerja
- SDN Dampit Juara I Banjarsari Cup Volly Ball Mini Ke V 2010
- PGRI Cileunyi Peringati Hari Jadi Guru Ke -64/2009