- Izin Mendirikan Bangunan Harus Sesuai Pedoman
- Yusup Wahyudin SPd. MMPd “Kinerja Guru Belum Sepenuhnya Ditopang Kompetensi Memadai”
- TUNTUTAN JAKSA DI PARTANYAKAN
- SDN Sindangsari 3 dan 5 Antapai Kebanjiran, Butuh Perhatian.
- Untuk Mendapat SPK Di Badan Pusjatan Harus Bayar Upeti
- Titin Komariah ,MPd Kemandirian Gender Melalui Pendidikan.
- Ayi Wahyudin.SPd Kepsek SDN Padasuka Mandiri 2 Juara Pramuka Jabar
- Alvian,SH Wakil Ketua Komisi I DPRD Cimahi Kunjungi Konstituennya
- PLN APJ Cimahi Sakiti Hati Rakyat
- Pengalaman TIM Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung
- R.Purwanto,SPd Kepsek SDN Cibereum 7 Cimahi Persiapkan Anak Didik Untuk Meraih Prestasi
- Dedy Indrayana Ketua MKKS Kota Bandung , "UN Masih Diperlukan"
- SMA Negeri 4 Kota Cimah Juara Sekolah Sehat Tingkat Priangan Timur
- Kabag Humas PDAM Sumedang CaloTenaga Kerja
- Kelengkapan Buku Belajar Siswa Disekolah Sangat Penting.
Opini
Oleh Bernard SimamoraMeski ditolak berbagai elemen masyarakat, Presiden menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang untuk mengamandemen Pasal 33 UU No 30/2002. Perppu itu sendiri akan memberikan kewenangan kepada Presiden untuk mengisi dan menetapkan pejabat sementara pimpinan KPK. Lalu terbit dua Keppres baru. Ketiga produk hukum yang dikeluarkan Presiden dianggap kontroversial, terlalu percaya diri dan terkesan prematur. Presiden sedang terlibat penyelamatan atau Pemberangusan KPK?
Oleh Bernard Simamora
Piala Dunia 2006 di Jerman akan segera berakhir. Tetapi gaungnya di negara kita, yang bahkan prakualifikasi peserta pun tidak masuk, mampu membuat masyarakat Indonesia sibuk hiruk-pikuk. Ada yang sampai terkantuk-kantuk di kantor, tidak kuat narik beca, bolos kerja, kena PHK, kena skorsing; bolos kuliah/sekolah; akibat nonton Piala Dunia 2006 di Jerman, lewat SCTV yang kini telah menjadi media yang merakyat. Bahkan kepolisian mendapat “proyek tambahan” menggerebek penjudi via SMS dan transfer, penjudi di arena nonton bareng, dan segala macam efek improduktif lainnya dari hajatan olah raga dunia itu.
Oleh Bernard Simamora
Demontrasi buruh justru tidak mencapai puncaknya pada hari buruh internasional, may day tanggal 1 Mei lalu. Demo memuncak dan menjurus anarkis esok harinya, yang mencoreng inti perjuangan buruh itu sendiri. Isu kini berbelok (atau dibelokkan) kepada ketidakmurnian perjuangan buruh, ditunggangi partai yang kalah Pemilu. Respon pemerintah justru dengan kacamata politik. Tidak mau disalahkan, dicarikan kambing hitam. Memang, teknik pengalihan perhatian menjadi keahlian khusus dari tim rezim saat ini.
Artikel Lain...
Halaman 1 dari 2
Terpopuler
- LPMP Jabar Diduga Sarang Koruptor
- Dinkes Garut Diduga Rugikan Negara 2,7 Miliar
- Kabag Humas PDAM Sumedang CaloTenaga Kerja
- Gerakan Massa Dukung KPK Berpotensi Gulingkan Presiden
- PGRI Cileunyi Peringati Hari Jadi Guru Ke -64/2009
- Jaksa Agung Akui Ada "Markus" di Kantornya
- Tim Delapan Pegang Fakta Baru
- Titin Komariah ,MPd Kemandirian Gender Melalui Pendidikan.
- Untuk Mendapat SPK Di Badan Pusjatan Harus Bayar Upeti
- Alvian,SH Wakil Ketua Komisi I DPRD Cimahi Kunjungi Konstituennya