- SMK Taruna Ganesha Kunjungi Panti Asuhan
- Yususf Bahtiar Hadiri Peresmian SSB Putra Sela Awi Garut
- Disdik Garut Serahkan Surat Ijin SSB Putra Sela Awi Ke Yayasan Sekeseler Arjasari Bandung
- Stock Beras Perum Bulog Jabar 9 Bulan Kedepan Aman
- SSB Sela Awi Garut Harapkan Kedatangan Ketua PSSI Kabupaten Garut
- PT Jamsostek Her Registrasi Data Tenaga Kerja
- Outlet Terbaru Daihatsu Hadir Di Kawasan Bandung Selatan
- Pasar Tradisionil Hegarmanah Sumedang Diduga Bermasalah
- Purwacaraka Bantu SDN Rancabolang Alat Musik
- GIBAS Demo Damai Ke BPN Kota Bandung
- Ketua Umum IVOBA Kota Bandung Drs.H.Wawan Dewanta.M.Pd Tutup Banjasari Cup V 2010
- SDN Dampit Juara I Banjarsari Cup Volly Ball Mini Ke V 2010
- Keluarga Besar Disdik Bandung Bangun Masjid Dengan Biaya Non Anggaran Pemerintah
- Kota Bekasi Komitmen Sebagai Kota Pengamalan Pancasila
- PERBAMIDA Dan BPKP Jabar Sosialasasi MoU
Opini
Oleh Bernard SimamoraMeski ditolak berbagai elemen masyarakat, Presiden menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang untuk mengamandemen Pasal 33 UU No 30/2002. Perppu itu sendiri akan memberikan kewenangan kepada Presiden untuk mengisi dan menetapkan pejabat sementara pimpinan KPK. Lalu terbit dua Keppres baru. Ketiga produk hukum yang dikeluarkan Presiden dianggap kontroversial, terlalu percaya diri dan terkesan prematur. Presiden sedang terlibat penyelamatan atau Pemberangusan KPK?
Oleh Bernard Simamora
Piala Dunia 2006 di Jerman akan segera berakhir. Tetapi gaungnya di negara kita, yang bahkan prakualifikasi peserta pun tidak masuk, mampu membuat masyarakat Indonesia sibuk hiruk-pikuk. Ada yang sampai terkantuk-kantuk di kantor, tidak kuat narik beca, bolos kerja, kena PHK, kena skorsing; bolos kuliah/sekolah; akibat nonton Piala Dunia 2006 di Jerman, lewat SCTV yang kini telah menjadi media yang merakyat. Bahkan kepolisian mendapat “proyek tambahan” menggerebek penjudi via SMS dan transfer, penjudi di arena nonton bareng, dan segala macam efek improduktif lainnya dari hajatan olah raga dunia itu.
Oleh Bernard Simamora
Demontrasi buruh justru tidak mencapai puncaknya pada hari buruh internasional, may day tanggal 1 Mei lalu. Demo memuncak dan menjurus anarkis esok harinya, yang mencoreng inti perjuangan buruh itu sendiri. Isu kini berbelok (atau dibelokkan) kepada ketidakmurnian perjuangan buruh, ditunggangi partai yang kalah Pemilu. Respon pemerintah justru dengan kacamata politik. Tidak mau disalahkan, dicarikan kambing hitam. Memang, teknik pengalihan perhatian menjadi keahlian khusus dari tim rezim saat ini.
Artikel Lain...
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Terpopuler
- LPMP Jabar Diduga Sarang Koruptor
- Dinkes Garut Diduga Rugikan Negara 2,7 Miliar
- Tahun Ajaran 2010/2011 SMK N 6 Bandung Siap Tampung 656 Siswa Baru
- Gerakan Massa Dukung KPK Berpotensi Gulingkan Presiden
- Jaksa Agung Akui Ada "Markus" di Kantornya
- Tim Delapan Pegang Fakta Baru
- TUNTUTAN JAKSA DI PARTANYAKAN
- Kabag Humas PDAM Sumedang CaloTenaga Kerja
- SDN Dampit Juara I Banjarsari Cup Volly Ball Mini Ke V 2010
- PGRI Cileunyi Peringati Hari Jadi Guru Ke -64/2009