Puluhan Juta Penganggur Yang Harus Diatasi
Bandung, PI - Pada acara pembukaan Kompetisi Nasional Keterampilan Instruktur Lembaga Pelatihan Kerja yang diselenggarakan di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Dalam Negeri Bandung (B2PLKDN) Tanggal 16 Nopember 2009 lalu
Dirjen Binalattas Depnakertrans Masri Hasyar mengatakan tingginya angka pengangguran saat ini merupakan salah satu persoalan di bidang ketenagakerjaan. Data menunjukkan sekitar 10 juta orang saat ini mengangur dan harus diatasi. Persoalan sekitar 10 juta orang mengangur saat ini,bukan tanggung jawab Depnakertrans saja, tetapi tanggung jawab semua komponen bangsa,”sambutnya.
Dirjen Binalattas Masri menyampaikan dalam kontrak kerja 100 hari dan 5 tahun kerja masing-masing Menteri bidang Perekonomian difokuskan pada sejumlah agenda percepatan sektor riil. Maka dari itu semua instrumen Perundang-undangan yang dapat menghambat pembangunan ekonomi harus dihilangkan. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi yang dapat sesegera mungkin menciptakan lapangan kerja baru untuk mengurangi pengangguran,”tandasnya.
Peranan Lembaga Pelatihan Kerja seperti Balai Latihan Kerja (BLK) , UPT Pusat maupun daerah merupakan salah satu institusi kunci yang sangat menentukan dalam upaya mengantarkan tenaga kerja untuk memperoleh lapangan kerja yang layak.
Sementara Direktorat Jenderal Binalattas sesuai tugas pokok dan fungsinya akan berupaya keras untuk ikut berperan aktip secara optimal dalam menangani persoalan. Penanganan ini tentunya melalui pembinaan pelatihan kerja dan produktivitas.
Program yang diutamakan saat ini diantaranya Revitalisasi BLK yang meliputi Sumber Daya Manusia (SDM), terutama instruktur,peralatan, manajemen termasuk pendanaan , dan program pelatihan. Kemudian konsep 3 in 1 , yaitu Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan . Penempatan disini dimaksudkan adalah penyerapan ( baik dalam hubungan kerja maupun menciptakan lapangan kerja sendiri). Sertifikasi dimaksudkan adalah sertifikasi pelatihan dan kompetensi.Saat in disetiap UPT Pusat Kios 3 in 1 telah dikembangkan,”ungkapnya.
Dirjen mengatakan salah satu elemen dalam pelatihan kerja yang juga menjadi target untuk direvitalisasi adalah instruktur. Penambahan jumlah instruktur tetap diupayakan terus,kemudian kualitasnya juga ditingkatkan. Peningkatan kualitas dapat dilakukan melalui upgrading( di dalam maupun diluar negeri) atau on the job training di perusahaan maupun melalui penyelenggaraan kompetisi seperti kegiatan yang dilaksanaan sekarang ini,”ujarnya.
Dirjen menegaskan kompetisi ini dilaksanakan dalam masa program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, dan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi diagendakan hadir pada acara Grand Final nanti, sebab Menteri menganggab event lomba ini merupakan salah satu agenda yang memiliki nilai strategis. Melalui acara kompetisi ini kata Dirjen, kita telah melakukan upaya mendorong peningkatan kompetensi instruktur, baik teknis maupun metodologinya. Dan event ini juga merupakan ajang saling tukar menukar informasi dan pengalaman diantara sesama instruktur,”katanya.
Selain itu diharapkan melalui event ini upaya peningkatan kualitas instruktur dapat dicapai , apabila dilakukan secara sungguh-sungguh tidak hanya oleh pihak institusi,tetapi juga oleh masing-masing instruktur. Kemudian peningkatan kualitas tidak hanya melalui upgrading atau dari kompetisi , tetapi juga dengan cara-cara lain , seperti melakukan job training di perusahaan. Hal ini dapat dilakukan melalui pengembangan komunikasi yang baik. Secara proaktip mencari informasi , baik informasi internal maupun external seperti melalui media dan internet.
Mengembangkan kerjasama antar instruktur antar BLK bahkan dengan institusi lain dengan koordinasi efektip. Mengupayakan inovasi baru , baik dalam hal-hal yang berkaitan dngan teknis di workshop, maupun dalam hal mengatasi persoalan yang dihadapi.
Kedepan ujar Dirjen secara bertahap tidak ada lagi persyaratan melamar pekerjaan harus berpengalaman, tapi cukup dengan persyaratan kompetisi tertentu yang dibuktikan dengan sertifikat kompetisi kerja . Keberhasilan kebijakan ini sangat ditentukan oleh kualitas penyelenggara pelatihan kerja serta kualitas pelayanan sertifikasi kompetensi.
Di akhir sambutannya Dirjen mengucapkan selamat berlomba kepada peserta kompetisi . Berlombalah dengan sungguh-sungguh dan tetap menjaga nilai-nilai sportifitas. Dan kepada Juri Dirjen mengucapkan terimakasih atas partisipasinya dengan mengucapkan Bismillahirohmanirohim Dirjen menyatakan Kompetisi Naional Keterampilan Instruktur Lembaga Pelatihan Kerja Tahun 2009 di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Dalam Negeri Bandung secara resmi dibuka,”ujarnya. (Muller Munthe/Dadan.N).
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
Terbaru
- Dana Bos Banyak Tidak Sesuai Kuota
- Pembunuh Aktivis di Garut Tertangkap
- Aktivitas Gunung Papandaian Naik
- Distan: Waspadai Hama Akibat Cuaca Ekstrem
- Aceh Diguncang 11 Kali Gempa Susulan
- Kota Ambon Tidak Layak Ibukota?
- Sakit, Nazaruddin Absen Sidang
- "Electronic Insomnia" Epidemi Baru Dari Abad 21
- Sistem Logistik Belum Efektif Lindungi Produk Lokal
- CEO Apple Mendapatkan Bonus Saham
Terpopuler
- Pemerintah Surati Facebook, Terkait Lomba Kartun Nabi Muhammad
- Dinkes Garut Diduga Rugikan Negara 2,7 Miliar
- Tahun Ajaran 2010/2011 SMK N 6 Bandung Siap Tampung 656 Siswa Baru
- Gerakan Massa Dukung KPK Berpotensi Gulingkan Presiden
- Tim Delapan Pegang Fakta Baru
- Jaksa Agung Akui Ada "Markus" di Kantornya
- SDN Dampit Juara I Banjarsari Cup Volly Ball Mini Ke V 2010
- Tuntutan Jaksa Dipertanyakan
Gaya Hidup
- 1
- 2

