Sabtu, September 04, 2010

Cari

HUBUNGAN INTERNASIONAL FISIP UNPAS DAN DEPARTEMEN LUAR NEGERI

Jakarta, PI - Bertempat di Gedung Caraka Loka JL Sisingamangaraja Jakarta (Litbang DEPLU) Departemen Luar Negeri RI dan Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik UNPAS Bandung, Jurusan Hubungan Internasional bekerja sama selenggarakan Lomba Simulasi Sidang Asean (Asean Model) antar SMA,SMK,MA  se-DKI Jakarta, demikian diungkapkan Drs.Iwan Gunawan,Msi Ketua Jurusan HI UNPAS  kepada PI baru-baru ini

Hadir pada kegiatan ini Disdik DKI Jakarta, Kepala Sekolah di lingkungan Provinsi DKI Jakarta, guru-guru se- DKI Jakarta.Drs.Iwan mengatakan ide awal dari lomba ini merupakan gagasan dari Jurusan Hubungan Internasional UNPAS. Kemudian Unpas menawarkan kerjasama kegiatan ini ke dan  Deplu merespon gagasan ini. Peserta yang mengikuti lomba ini sebanyak 630 orang dari 63 sekolah,setiap sekolah mengirimkan perwakilannya sebanyak 10 siswa dan setiap peserta lomba /sekolah didampingi  2 orang guru,”ujarnya.

Sebelum lomba digelar UNPAS dan DEPLU membentuk Susunan Panitia. ,adapun susunan kepanitiaan yakni : Pengarah Direktur Kerjasama Ekonomi ASEAN Departemen Luar Negeri, Rektor Universitan Pasundan Bandung ,Kepala Dinas Pendidikan Propinsi DKI Jakarta . Penasehat Pembantu Rektor III Universitas, PasundanDekan FISIP UNPAS ,Pembantu Dekan II FISIP UNPAS. Penanggungjawab Ketua Jurusan HI FISIP Unpas Drs. Iwan Gunawan, M.Si, Ketua Pelaksana Drs. Sigid Harimurti Sekretaris, Drs. Ade Priangani, M.Si, Bendahara Dra. Rini Afriantari,  M.Si.  Seksi Acara Koordinator Dr. Anton Minardi, S.Ip., M.Ag, Gandia Ratna Juita, S.Ip, Kiki Rizki Himayasari Iyan dan Septiyana

Drs.Iwan mengatakan panitia mengundang pembicara . Hadir pembicara pada kegiatan ini Rektor Universitas  Pasundan Bandung Prof. Dr. H.M . Didi Turmudzi, M.Si dan Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN DEPLU RI Djauhari Oratmangun.

Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan informasi kepada siswa SMA, SMK, MA se-DKI Jakarta tentang keberadaan dan perkembangan ASEAN, Memberi informasi yang lengkap berkenaan dengan ASEAN dan problematikanya, Meningkatkan apresiasi masyarakat, terutama siswa SMA, SMK, MA se-DKI Jakarta tentang ASEAN, Memberikan pengalaman kepada siswa SMA dan SMK serta MA tentang sidang ASEAN, Meperkenalkan Universitas Pasundan Pada Umumnya dan Jurusan Hubungan Internasional pada khususnya.

Dan sasaran yang ingin kita capai adalah terciptanya kesepahaman tentang pentingnya ASEAN Charter bagi masyarakat ASEAN termasuk siswa SMA yang ada di DKI Jakarta,  Tersosialisasikannya keberadaan Piagam ASEAN di masyarakat Indonesia, Terbangunnya image postif tentang ASEAN, Terwujudnya rasa memiliki pemuda terhadap Negara Republik Indonesia dan juga ASEAN.

Mengenal Universitas Pasundan lebih dekat serta Jurusan Hubungan Internasional, sehingga mudah-mudahan para siswa berminat belajar di Universitas Pasundan khususnya di Jurusan Hubungan Internasional.

Kemudian peningkatan kemampuan Softskill mahasiswa, Peningkatan  kerjasama antar lembaga dalam hal ini antara Departeman Luar Negeri RI dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan Universitas Pasundan Bandung.

Tumbuhnya kesadaran mengenai  perlunya kerja sama untuk meningkatkan taraf hidup di antara bangsa-bangsa se-kawasan, sekaligus meredakan rasa saling curiga, telah mendorong negara-negara di Kawasan Asia Tenggara (ASEAN) untuk terus mengupayakan perluasan kerjasama.

Perkembangan geopolitik di Asia Tenggara dan meredanya rasa saling curiga  itu juga telah mempengaruhi usaha-usaha untuk mencari pemecahan bersama atas berbagai masalah yang dihadapi negara-negara ASEAN.

Mengingat kerjasama regional ASEAN semakin luas, khususnya di bidang perekonomian, maka sistem dan dinamika ekonomi Indonesia harus siap menghadapi tantangan baru. Suatu lingkungan yang tidak hanya berbeda dalam wujud fisik, tetapi juga pada elemen-elemen dari sistem dan mekanisme yang membentuknya.

Kini, perhimpunan bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) secara resmi telah memiliki Piagam ASEAN (ASEAN Charter) yang merupakan landasan legal formal bagi komunitas ASEAN, ditandatangani pada hari Selasa 20 Nopember 2007.

Dari 10 negara yang telah menandatangani piagam tersebut, Indonesia adalah Negara terakhir yang menandatangani charter tersebut,.  Hal ini sesuai dengan rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar setiap proses perjanjian dan kerjasama internasional harus disosilisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat luas sebelum diratifikasi DPR. Selain rekomendasi DPR, Deplu sendiri sebenarnya memiliki program tersendiri dalam memasyarakatkan Piagam ASEAN.

Sementara itu Indonesia berbeda dengan negara-negara dalam proses ratifikasi ASEAN Charter tersebut. Ada proses dan tahapan yang harus dilakukan sebelum perjanjian kerjasama dengan negara lain dilakukan. Negara-negara seperti Singapura atau Malaysia kalau pemerintahnya sudah menyetujui sebuah perjanjian maka bisa langsung diratifikasi, Indonesia tidak bisa seperti itu. Negara-negara tersebut bisa diumpamakan seperti Indonesia sebelum masa reformasi.

Proses sosialisasi telah berjalan selama dua bulan semenjak piagam tersebut ditandatangani oleh masing-masing pimpinan pemerintahan negara-negara ASEAN. Saat ini Deplu sedang melakukan sosialisasi Piagam ASEAN tidak hanya kepada Pemerintah Daerah (Pemda) seluruh Indonesia, tetapi juga dilakukan di berbagai perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta ke sekolah-sekolah dari tingkat SLTP-SMA.

Dari sosialisasi yang dilakukan banyak masyarakat yang belum memahami arti penting Piagam ASEAN. Namun secara perlahan dari mereka sudah mulai timbul pemahaman yang lebih baik setelah sosialisasi dilakukan.  Oleh karenanya, sosialisasi tentang ASEAN dan segala kemajuannya harus secara kontinyu di komunikasikan kepada masyarakat, agar ASEAN tidak lagi hanya konsumsi elite, tapi sudah menjadi milik masyarakat ASEAN.

Pembentukan Komunitas ASEAN haruslah menjadi kepentingan seluruh rakyat Indonesia. ASEAN adalah kita semua dan, oleh karena itu, segala sesuatu yang menyangkut ASEAN adalah menyangkut kita semua. Perkembangan ASEAN adalah arah masa depan kita. ASEAN adalah peluang yang harus dimanfaatkan untuk membangun kehidupan yang lebih baik di kawasan (Asia Tenggara) dan di Indonesia.

Dalam era globalisasi, kerja sama antar-bangsa merupakan suatu keniscayaan. Jalinan kerja sama tersebut telah mempertautkan suatu bangsa dengan bangsa lainnya, dalam intensitas yang tidak terbayangkan sebelumnya. Kondisi geopolitik dan geoekonomi Indonesia telah menempatkan kawasan Asia Tenggara sebagai lingkaran konsentris utama politik dan hubungan luar negerinya. ASEAN adalah saka guru politik luar negeri Indonesia.

Dewasa ini perkembangan Organisasi Regional Asia Tenggara (ASEAN) sedang bertumbuh kearah yang lebih dewasa dan semakin menunjukkan soliditas regional. Dimulai dengan ditandatanganinya Bali Concord II dalam KTT ke-9 di Bali yang mengarah pada terwujudnya ASEAN Community, dan berlanjutnya sampai penandatanganan Piagam ASEAN di Singapura. Namun sejauh ini, informasi keberadaan ASEAN cenderung elitis, tidak semua masyarakat memahami perkembangan ASEAN, sehingga ASEAN tidak terlalu populer di masyarakat ASEAN sendiri.

Oleh karenanya, peserta acara sosialisasi dan simulasi Sidang ASEAN adalah siswa SMA, SMK, MA  se-DKI Jakarta yang merupakan representasi dari Pemuda Indonesia,”tandasnya.(Muller Munthe/Dadan N)

 

Comments
Search
Anonymous   |125.167.184.xxx |2010-01-28 06:05:41
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Banner

Total Tamu

Jumlah Kunjungan Konten : 55271
Terdapat 14 Tamu online
Bagikan di Facebook

Google Search

Connect with Facebook